Prabowo Dorong Papua Nugini Jadi Anggota ASEAN, Ini Kata Seskab Teddy

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 27 Mei 2025 - 08:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI Prabowo Subianto. (Facebook.com @Prabowo Subianto)

Presiden RI Prabowo Subianto. (Facebook.com @Prabowo Subianto)

JAKARTA – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan dukungan resmi Presiden Prabowo Subianto bagi Papua Nugini untuk menjadi anggota ASEAN.

Pernyataan ini disampaikan usai KTT ke-46 ASEAN di Malaysia, menandai babak baru ekspansi organisasi regional tersebut.

ASEAN saat ini terdiri dari 10 negara anggota, dengan Timor Leste dipastikan menjadi anggota ke-11 pada Oktober 2025.

Jika proposal Indonesia diterima, Papua Nugini bisa menjadi anggota ke-12.

“Presiden menekankan pentingnya solidaritas dan stabilitas kawasan melalui perluasan keanggotaan,” kata Teddy dalam keterangan resmi.

Langkah ini dinilai strategis mengingat letak geografis Papua Nugini yang berbatasan langsung dengan Provinsi Papua, Indonesia.

Prabowo: Papua Nugini Kunci Pengaruh ASEAN di Pasifik

Dalam sesi pleno KTT, Prabowo menyebut populasi ASEAN yang mencapai 700 juta jiwa sebagai kekuatan ekonomi-politik global.

Menurutnya, keanggotaan Papua Nugini akan memperluas jaringan kerja sama.

“ASEAN perlu lebih inklusif untuk menjawab tantangan geopolitik,” ujar Prabowo, seperti dikutip Seskab Teddy.

Papua Nugini selama ini menjadi mitra strategis Indonesia di kawasan Pasifik.

Kedua negara telah bekerja sama di bidang keamanan, ekonomi, dan pembangunan infrastruktur.

Namun, proses integrasi membutuhkan penyesuaian kebijakan, mengingat perbedaan kapasitas ekonomi dan politik Papua Nugini dengan anggota ASEAN lain.

Respons Negara-Negara ASEAN: Dukungan dan Tantangan

Sumber diplomatik mengungkapkan, Malaysia dan Singapura menyambut positif usulan Indonesia.

Sementara Thailand dan Vietnam meminta kajian mendalam terkait dampak keanggotaan.

“Kami apresiasi inisiatif Indonesia, tetapi perlu evaluasi komprehensif,” kata perwakilan Vietnam.

Filipina menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur hukum dan politik Papua Nugini. ASEAN memiliki kriteria ketat untuk keanggotaan, termasuk stabilitas internal dan komitmen terhadap piagam regional.

Analisis Geopolitik: Mengapa Papua Nugini Penting bagi ASEAN?

Papua Nugini memiliki sumber daya alam melimpah, termasuk emas, tembaga, dan gas alam. Keberadaannya bisa memperkuat ketahanan energi ASEAN.

Secara geostrategis, keanggotaan Papua Nugini akan memperluas pengaruh ASEAN di Pasifik Selatan, menandingi dominasi Amerika Serikat dan Tiongkok.

Namun, tantangan utama adalah kesenjangan pembangunan. PDB per kapita Papua Nugini masih di bawah rata-rata ASEAN.

Proses Keanggotaan: Belajar dari Kasus Timor Leste

Timor Leste membutuhkan waktu 11 tahun sejak menjadi pengamat hingga resmi diterima sebagai anggota. Proses ini melibatkan penilaian komprehensif dari ASEAN.

Papua Nugini saat ini berstatus mitra eksternal ASEAN. Untuk menjadi anggota penuh, negara ini harus memenuhi tiga pilar utama: politik-keamanan, ekonomi, dan sosial-budaya.

“Kami siap membantu Papua Nugini memenuhi kriteria,” tegas Teddy.

Dampak bagi Indonesia: Peluang dan Risiko

Bagi Indonesia, keanggotaan Papua Nugini bisa mengamankan perbatasan dan mengurangi konflik lintas batas.

Namun, ada kekhawatiran soal imigrasi ilegal dan perdagangan narkoba.

Di sisi lain, kerja sama ekonomi bisa meningkat, terutama di sektor pertambangan dan pertanian. Pasar ASEAN akan terbuka untuk produk Papua Nugini, begitu pula sebaliknya.

Masa Depan ASEAN: Inklusivitas vs. Efektivitas

ASEAN menghadapi dilema: memperluas keanggotaan untuk meningkatkan pengaruh atau mempertahankan efektivitas dengan anggota terbatas.

Ahli hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Dewi Fortuna Anwar, menyarankan pendekatan bertahap.

“Papua Nugini bisa mulai sebagai mitra khusus sebelum menjadi anggota penuh.”

Solusi lain adalah membentuk kelompok kerja khusus untuk mempersiapkan integrasi Papua Nugini, mirip dengan mekanisme yang diterapkan untuk Timor Leste.*

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infopeluang.com dan Ekonominews.com

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Lingkarin.com dan Kontenberita.com

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hallokaltim.com dan Apakabarbogor.com

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

IP-CEPA RI–Peru Rampung dalam 14 Bulan
Negara Jual Aset Benny Tjokro di Bogor Rp18 Miliar, Rampasan Kasus Jiwasraya
Tantangan Geopolitik Dijawab ASEAN dengan Deklarasi Kuala Lumpur 2045
Prabowo Subianto Perkuat Peran Indonesia di Forum BIMP–EAGA Kawasan Ekonomi ASEAN Timur
KTT ASEAN 2025: Kolaborasi Indonesia-Malaysia di Bawah Kepemimpinan Prabowo dan Anwar
Adik Iriana dan Tim Kuasa Hukum Jokowi Bawa Ijazah Asli ke Bareskrim Polri, Sesuai Permintaan Penyidik
Belum Dibawa ke Jakarta, Mobil Bermerek Mercedes-Benz Milik Ridwan Kamil yang Disita KPK
Puskopau Lanud Halim Perdanakusuma Bukan Pemilik Oriental Circus Indonesia, Ini Penegasan TNI AU

Berita Terkait

Selasa, 12 Agustus 2025 - 08:27 WIB

IP-CEPA RI–Peru Rampung dalam 14 Bulan

Minggu, 13 Juli 2025 - 14:34 WIB

Negara Jual Aset Benny Tjokro di Bogor Rp18 Miliar, Rampasan Kasus Jiwasraya

Selasa, 27 Mei 2025 - 15:14 WIB

Tantangan Geopolitik Dijawab ASEAN dengan Deklarasi Kuala Lumpur 2045

Selasa, 27 Mei 2025 - 14:33 WIB

Prabowo Subianto Perkuat Peran Indonesia di Forum BIMP–EAGA Kawasan Ekonomi ASEAN Timur

Selasa, 27 Mei 2025 - 09:51 WIB

KTT ASEAN 2025: Kolaborasi Indonesia-Malaysia di Bawah Kepemimpinan Prabowo dan Anwar

Berita Terbaru