Di Dewan HAM PBB, Menteri Luar Negeri RI Sugiono Tegaskan Komitmen HAM Pemerintahan Prabowo

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 25 Februari 2025 - 09:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Luar Negeri RI Sugiono. (Dok. Kemlu.go.id)

Menteri Luar Negeri RI Sugiono. (Dok. Kemlu.go.id)

SWISS – Menteri Luar Negeri RI Sugiono hadir dan menyampaikan pernyataan nasional pada Pertemuan High-Level Segment Dewan Hak Asasi Manusia (Dewan HAM) PBB Sesi ke-58 di Jenewa, Swiss (24/2/2025).

Menlu Sugiono menegaskan komitmen Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto untuk berperan aktif dalam upaya pemajuan dan perlindungan HAM global.

“Indonesia akan tetap teguh memajukan amanat konstitusinya, yakni menciptakan tatanan dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial”, tegas Menlu RI dalam pernyataannya.

Menteri Luar Negeri RI menyampaikan pandangan Indonesia dalam memajukan agenda HAM di tingkat global.

Di tengah dinamika dunia saat ini yang diwarnai kesenjangan pembangunan, meningkatnya diskriminasi dan Islamofobia, serta persoalan di Palestina.

“Setiap negara harus menempatkan HAM sebagai jantung kebijakan nasionalnya”, tegas Menteri Luar Negeri RI.

Sugiono menjabarkan berbagai kebijakan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo dalam rangka pemenuhan HAM di Indonesia.

Termasuk program Makan Bergizi Gratis, pembangunan perumahan rakyat, dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.

“Indonesia menggarisbawahi pentingnya hak atas pembangunan, memastikan negara mengelola sumber daya alamnya untuk kesejahteraan rakyatnya”, tambah Menteri Luar Negeri RI.

Menteri Luar Negeri RI juga menegaskan bahwa Dewan HAM PBB harus kembali pada mandatnya, yaitu melindungi HAM, dan bukan menjadi alat politik dalam hubungan antar negara.

“Kerja sama HAM harus didasarkan pada komitmen yang tulus dan kemitraan yang setara. Tidak ada satu negara pun yang memiliki otoritas moral untuk menghakimi negara lain”.

Lebih lanjut, mengenai Palestina, Menlu menegaskan bahwa berdiri tegak untuk keadilan artinya berdiri tegak untuk menentang ketidakadilan global.

“Kita tidak akan diam menghadapi pendudukan Israel di Palestina. Karenanya, Indonesia menyerukan, khususnya kepada mereka yang mengaku menjunjung tinggi hak asasi manusia.”

“Agar segera menghentikan genosida dan perang di Palestina. Hentikan penerapan double standard dalam penegakan HAM”, tegas Menlu.

Menutup pernyatannya, Menlu menyatakan komitmen Indonesia untuk selalu mengedepankan prinsip keadilan, kesetaraan, dan solusi yang nyata.

Selain pernyataan Indonesia, Komisioner Tinggi HAM PBB, Volker Türk, menekankan perlunya “politik kebijaksanaan” yang berakar pada fakta, hukum, dan empati.

Ia menyerukan tindakan nyata untuk mencegah konflik dan memperjuangkan keadilan, terutama di Ukraina, Palestina, Sudan, dan Myanmar.

Selain itu, Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, mengingatkan bahwa HAM adalah “oksigen kemanusiaan” yang kini terancam oleh konflik, ketidakadilan ekonomi, dan teknologi yang disalahgunakan.

Dalam konteks Palestina, Sekjen PBBmenyerukan gencatan senjata permanen, pembebasan sandera, dan solusi dua negara untuk mewujudkan perdamaian yang adil.

High-Level Segment (HLS) diselenggarakan pada minggu pertama sesi pertama Dewan HAM PBB setiap tahunnya.

HLS kali ini diikuti lebih dari 128 oleh pejabat tinggi di tingkat Deputi Perdana Menteri, Menteri Luar Negeri dan lainnya.

Indonesia saat ini menjadi anggota Dewan HAM PBB untuk keenam kalinya, yaitu untuk periode 2024-2026.

Indonesia aktif mengangkat sejumlah isu penting di Dewan HAM PBB, termasuk mengenai Palestina, Muslim Rohingya, intoleransi dan kebencian berbasis agama, hak atas pembangunan, dan pembangunan kapasitas di bidang HAM.***

Berita Terkait

Menlu RI Sugiono, Menlu Pertama dari Negara ASEAN yang Diterima oleh Menlu Amerika Serikat di Washington
PPIR Bertemu Dubes Rusia Sergey Gennadievich Tolchenov, Dukung 75 Tahun Hubungan Diiplomatik Indonesia – Rusia
Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menlu Timor Leste Bahas Langkah Konkret Perkuat Kemitraan
Menlu Sugiono Bertemu Kepala Departemen Luar Negeri Swiss, Bahas Penguatan Kerja Sama Bilateral
Menteri Luar Negeri Sugiono Desak Dilakukannya Langkah Tegas untuk Perlucutan Senjata Nukĺir

Berita Terkait

Kamis, 17 April 2025 - 09:18 WIB

Menlu RI Sugiono, Menlu Pertama dari Negara ASEAN yang Diterima oleh Menlu Amerika Serikat di Washington

Minggu, 30 Maret 2025 - 15:01 WIB

PPIR Bertemu Dubes Rusia Sergey Gennadievich Tolchenov, Dukung 75 Tahun Hubungan Diiplomatik Indonesia – Rusia

Senin, 3 Maret 2025 - 14:47 WIB

Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menlu Timor Leste Bahas Langkah Konkret Perkuat Kemitraan

Selasa, 25 Februari 2025 - 10:44 WIB

Menlu Sugiono Bertemu Kepala Departemen Luar Negeri Swiss, Bahas Penguatan Kerja Sama Bilateral

Selasa, 25 Februari 2025 - 09:20 WIB

Di Dewan HAM PBB, Menteri Luar Negeri RI Sugiono Tegaskan Komitmen HAM Pemerintahan Prabowo

Berita Terbaru