SWISS – Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, akan terus melakukan upaya-upaya bagi terciptanya perdamaian dan keamanan global.
“Termasuk dengan memajukan upaya-upaya perlucutan senjata“, tegas Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam pertemuan High Level Segment Conference on Disarmament di Jenewa, Swiss (24/2/2025).
Mengawali pernyataannya, Menlu RI menyampaikan kekhawatirannya atas kondisi global yang semakin rentan:persaingan strategis antar-negara.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:

SCROLL TO RESUME CONTENT
Adanya kemunduran terkait komitmen perlucutan senjata, ekspansi program senjata nuklir, meningkatnya ketergantungan pada doktrin nuklir.
Serta meningkatnya risiko konflik dan kecelakaannuklir yang belum pernah kita lihat sebelumnya.
“Senjata Nuklir tidak menggaransi keamanan, tapi malah menjadi ancaman”, tegas Menlu.
Baca Juga:
GAC Gandeng Toluca FC, Terinspirasi dari Visi Bersama untuk Meraih Keunggulan
Hadapi Musim Ujian Akhir, CamScanner Bantu Pelajar dan Mahasiswa Rapikan Materi Belajar
Sugiono mendorong komunitas internasional untuk segera mengambil langkah nyata mengembalikan stabilitas global.
Termasuk dengan memperkuat kerangka global perlucutan senjata.
Ia percaya sebenarnya dunia memiliki kemampuan/kekuatan dan tanggungjawab untuk mengubah kondisi ini.
“Kita harus mengambil langkah tegas mendorong perlucutan senjata“.
Baca Juga:
AGIBOT dan ASIX Tampilkan Robot Humanoid Canggih dalam Ajang Budaya di Jakarta
Binggrae Berpartisipasi di Ajang THAIFEX 2026, Pameran Industri Makanan dan Minuman Terbesar di Asia
Tokoh Budaya Tiongkok dan Internasional Menjelajahi Warisan dan Inovasi di Provinsi Hubei, Tiongkok
Menlu RI mendesak Conference on Disarmament untuk menjalankan mandatnya dalam revitalisasi arsitektur perlucutan senjata global.
Dalam hal ini, Menlu RI menekankan antara lain pentingnya memajukan perundingan perlucutan senjata nuklir.
Juga pembentukan instrumen hukum jaminan keamanan (negative securityassurance), dan penguatan Kawasan Bebas Senjata Nuklir, serta penguatan norma anti-uji coba nuklir.
Conference on Disarmament merupakan satu-satunya forum multilateral yang dimandatkan oleh Sidang Majelis Umum PBB untuk merundingkan perjanjian kunci terkait perlucutan senjata.
Keanggotaan CD terdiri dari 65 negara, yaitu 5 negara anggota Tetap DK PBB dan 60 negara dengan kemampuan militer signifikan, termasuk Indonesia.
Sejak dibentuk pada tahun 1978, CD telah merundingkan dan menghasilkan sejumlah perjanjian kunci terkait, yaitu:
1. Treaty on the Non-Proliferation of Nuclear Weapons(NPT)
2. Convention on the Prohibition of the Development
3. Production and Stockpiling of Bacteriological (Biological) and Toxin Weapons and on Their Destruction (BWC)
4. Convention on the Prohibition of the Development, Production
5. Stockpiling and Use of Chemical Weaponsand on Their Destruction (CWC).
6. Dan yang terakhir di tahun 1996 Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty(CTBT).
Menlu RI hadir pada High-Level Segment Conference on Disarmament di Jenewa, Swiss pada tanggal 24 Februari 2025.
Untuk mempertegas komitmen Indonesia terhadapupaya multilateral dalam perlucutan senjata, serta terus berkontribusi dalam upaya perdamaian dunia.***











