SWISS – Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, bertemu dengan Kepala Departemen Luar Negeri Swiss, H.E. Ignazio Cassis, di sela-sela Sidang ke-58 Dewan HAM PBB di Jenewa 24/2.
Pertemuan membahas penguatan kerja sama bilateral di berbagai bidang serta isu – isu global yang menjadi perhatian kedua negara.
Pada pertemuan tersebut, kedua negara sepakat untuk menjajaki pelaksanaan kegiatan dalam rangka peringatan 75 tahun hubungan bilateral Indonesia-Swiss pada 2026.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Dua Alumni Peking University Raih “Fields Medal”, Sebanyak 14 Akademisi PKU Tampil di ICM 2026
Pizza Hut Indonesia dan TUKR Rayakan 10 Tahun Pizza Maker Junior Ajak Anak Peduli Lingkungan

SCROLL TO RESUME CONTENT
Momentum ini akan dimanfaatkan untuk mendorong kerja sama bilateral yang saling menguntungkan dalam berbagai bidang.
Dalam bidang ekonomi, keduanya sepakat untuk memperkuat kerja sama bilateral, termasuk melalui pemanfaatan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA)
Antara Indonesia dengan European Free Trade Association (EFTA), dan forum bisnis antara kamar dagang dan industri kedua negara.
Baca Juga:
InfiMotion Technology Tampil Perdana ke Publik, Pamerkan Kapabilitas Lengkap E-Drive di Wuxi
Pemenang Stevie® Awards for Technology Excellence Tahunan Ketiga Diumumkan
Menlu Sugiono mengundang Swiss untuk turut berinvestasi di Indonesia dalam pengolahan mineral kritis.
Selain itu, Menlu Sugiono juga menyambut baik penandatanganan Working Spouse Agreement pada Desember 2024 lalu.
Kesepakatan ini memungkinkan pasangan dari diplomat untuk dapat bekerja dan mendapatkan hak remunerasi di negara akreditasi masing-masing.
“Ini merupakan kerja sama penting dalam hubungan diplomatik kedua negara,” ujar Menlu Sugiono.
Baca Juga:
AdaKami Bangun Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak untuk Warga Dusun Banjarsari Lampung Selatan
T’way Air Luncurkan Program “Explore Korea, One Destination at a Time”
UOB Asset Management Soroti Ketahanan Ekonomi Global di Tengah Kondisi yang Semakin Tidak Menentu
Dalam pertemuan tersebut, keduanya juga membahas peran dan kontribusi kedua negara dalam mendukung kerja sama multilateral dan reformasi multilateral.
Menlu Sugiono juga menggarisbawahi pentingnya reformasi yang lebih inklusif dan responsif dari berbagai organisasi/badan internasional sehingga dapat menjawab berbagai tantangan global.
“Kerja sama erat antar negara dengan visi serupa sangat diperlukan,” tambahnya.***













