Perang Dagang Dimulai, Batubara dan Gas dari AS Dikenai Tarif Tambahan 15 Persen untuk Masuk Tiongkok

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 10 Februari 2025 - 15:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden ke-47 Amerika Serikat Donald Trump. (Facebook.com@Donald J. Trump)

Presiden ke-47 Amerika Serikat Donald Trump. (Facebook.com@Donald J. Trump)

JAKARTA– Tiongkok mulai Senin (10/2/2025) mengenakan tarif tambahan 15 persen terhadap batu bara dan gas alam cair (LNG) dari Amerika Serikat.

Sejumlah barang lainnya dari AS juga akan dikenai bea masuk 10 persen.

Sebelumnya, pemerintah Tiongkok mengumumkan bahwa tarif tambahan akan diberlakukan mulai 10 Februari.

Pada barang-barang impor dari AS, termasuk batu bara, LNG, minyak mentah, mesin pertanian, kendaraan besar dan truk pikap.

Langkah yang diambil Tiongkok itu adalah reaksi terhadap kebijakan AS baru-baru ini.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk memajaki barang impor asal Kanada, Meksiko, dan China.

Tarif 10 persen dikenakan AS terhadap barang dari Tiongkok sebagai tambahan atas tarif yang sudah diberlakukan.

Keputusan itu juga mencabut aturan de minimis sebelumnya, yang membebaskan barang senilai kurang dari 800 dolar AS untuk masuk ke AS.

Bai Ming, wakil direktur International Institute for Marketing Research Kementerian Perdagangan Tiongkok, mengatakan bahwa babak baru perang dagang dua ekonomi terbesar dunia “sudah dimulai.”

Menurut dia, tindakan balasan Tiongkok secara tepat menargetkan sektor-sektor penting di AS dan meminimalkan dampak perang dagang.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok sebelumnya menegaskan tidak ada yang bakal jadi pemenang dalam sebuah perang dagang.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Propertipost.com dan Harianekonomi.com

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media 062.live dan Haiindonesia.com

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Harianbogor.com dan Kalimantanraya.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, silahkan klik Persrilis.com atau Rilispers.com (150an media).

Untuk harga paket yang lebih hemat klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional).

Kami juga melayani publikasi press release di jaringan Disway Group (100an media), dan ProMedia Network (1000an media), serta media lainnya.

Untuk informasi, hubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 08557777888, 087815557788, 08111157788.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Berita Terkait

Taktik Cerdas Meksiko–Kanada: Perdagangan Langsung sebagai Alternatif Proaktif
Buntut ketegangan Trump-Zelensky: Seperti Apa Masa Depan Hubungan AS dengan Ukraina, Eropa, dan Global?
Hubungan Diplomatik Menegang, Amerika Serikat akan Usir Duta Besar Negara Afrika Selatan
Ukraina Nyatakan Mendukung Usulan untuk Gencatan Senjata dengan Rusia Selama 30 Hari
Sebagian Besar Pendekatan Baru Pemerintahan Amerika Serikat Disebut Sesuai dengan Visi Rusia
Soal Kesepakatan Mineral, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Zelenskyy Adu Mulut di Gedung Putih
Sultan Brunei Darussalam dan Perdana Menteri Thailand Temui Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing
Sikap Tiongkok Sangat Tegas Soal Usulan Donald Trump agar Warga Palestina Dipindahkan dari Jalur Gaza

Berita Terkait

Jumat, 8 Agustus 2025 - 07:51 WIB

Taktik Cerdas Meksiko–Kanada: Perdagangan Langsung sebagai Alternatif Proaktif

Sabtu, 22 Maret 2025 - 08:05 WIB

Buntut ketegangan Trump-Zelensky: Seperti Apa Masa Depan Hubungan AS dengan Ukraina, Eropa, dan Global?

Senin, 17 Maret 2025 - 13:38 WIB

Hubungan Diplomatik Menegang, Amerika Serikat akan Usir Duta Besar Negara Afrika Selatan

Kamis, 13 Maret 2025 - 10:41 WIB

Ukraina Nyatakan Mendukung Usulan untuk Gencatan Senjata dengan Rusia Selama 30 Hari

Senin, 3 Maret 2025 - 13:09 WIB

Sebagian Besar Pendekatan Baru Pemerintahan Amerika Serikat Disebut Sesuai dengan Visi Rusia

Berita Terbaru