Xinhua Silk Road: Tiongkok Buka Kanal Utama dari Sungai ke Laut, Ciptakan Jalur Pintas Perdagangan ke Asia Tenggara

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 18 September 2026 - 02:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

A cargo vessel prepares to depart for Yangpu Port in south China's Hainan Province along the Pinglu Canal at an operation area in Nanning Port, south China's Guangxi Zhuang Autonomous Region, Sept. 16, 2026. China opened a major new canal on Wednesday, giving its landlocked southwest a shortcut to the coast and overseas markets, particularly those in the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), the country's largest trading partner. Built at a cost of 72.7 billion yuan (about 10.75 billion U.S. dollars), the 134.2-kilometer Pinglu Canal runs from Nanning, capital of south China's Guangxi Zhuang Autonomous Region, to the Beibu Gulf, the closest maritime outlet for much of southwest China. (Xinhua/Cao Yiming)

A cargo vessel prepares to depart for Yangpu Port in south China's Hainan Province along the Pinglu Canal at an operation area in Nanning Port, south China's Guangxi Zhuang Autonomous Region, Sept. 16, 2026. China opened a major new canal on Wednesday, giving its landlocked southwest a shortcut to the coast and overseas markets, particularly those in the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), the country's largest trading partner. Built at a cost of 72.7 billion yuan (about 10.75 billion U.S. dollars), the 134.2-kilometer Pinglu Canal runs from Nanning, capital of south China's Guangxi Zhuang Autonomous Region, to the Beibu Gulf, the closest maritime outlet for much of southwest China. (Xinhua/Cao Yiming)

BEIJING, 18 September 2026 /PRNewswire/ — Tiongkok pada Rabu lalu membuka Kanal Pinglu. Lewat langkah ini, Tiongkok memberikan jalur pintas bagi wilayahnya yang berada di barat daya dan berada di pedalaman menuju kawasan pesisir dan pasar luar negeri, khususnya negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), mitra dagang terbesar Tiongkok.

A cargo vessel prepares to depart for Yangpu Port in south China's Hainan Province along the Pinglu Canal at an operation area in Nanning Port, south China's Guangxi Zhuang Autonomous Region, Sept. 16, 2026. China opened a major new canal on Wednesday, giving its landlocked southwest a shortcut to the coast and overseas markets, particularly those in the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), the country's largest trading partner. Built at a cost of 72.7 billion yuan (about 10.75 billion U.S. dollars), the 134.2-kilometer Pinglu Canal runs from Nanning, capital of south China's Guangxi Zhuang Autonomous Region, to the Beibu Gulf, the closest maritime outlet for much of southwest China. (Xinhua/Cao Yiming)
A cargo vessel prepares to depart for Yangpu Port in south China’s Hainan Province along the Pinglu Canal at an operation area in Nanning Port, south China’s Guangxi Zhuang Autonomous Region, Sept. 16, 2026. China opened a major new canal on Wednesday, giving its landlocked southwest a shortcut to the coast and overseas markets, particularly those in the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), the country’s largest trading partner. Built at a cost of 72.7 billion yuan (about 10.75 billion U.S. dollars), the 134.2-kilometer Pinglu Canal runs from Nanning, capital of south China’s Guangxi Zhuang Autonomous Region, to the Beibu Gulf, the closest maritime outlet for much of southwest China. (Xinhua/Cao Yiming)

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kanal yang dibangun dengan biaya RMB 72,7 miliar (sekitar US$ 10,75 miliar) ini membentang sepanjang 134,2 kilometer dari Nanning, ibu kota Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi di Tiongkok selatan, hingga Teluk Beibu, jalur keluar menuju laut yang paling dekat dengan sebagian besar wilayah barat daya Tiongkok.

Kanal tersebut berada di sepanjang Koridor Perdagangan Darat-Laut Internasional Baru, jalur perdagangan strategis yang menghubungkan wilayah pedalaman Tiongkok dengan ASEAN dan pasar global lainnya. Proyek ini merupakan kanal pertama yang menghubungkan sungai dengan laut, serta direncanakan dan dikoordinasikan di tingkat nasional sejak berdirinya Republik Rakyat Tiongkok pada 1949.

Kanal tersebut dirancang untuk dilalui kapal berbobot hingga 5.000 ton. Lebih lagi, kanal tersebut memangkas jarak tempuh lebih dari 560 kilometer melalui jalur air dari wilayah barat daya Tiongkok menuju laut, jika dibandingkan rute biasa melalui pelabuhan di Provinsi Guangdong. Kanal ini juga dapat menghemat biaya logistik sebesar 18–30% dan menghemat biaya transportasi lebih dari RMB 5 miliar setiap tahun.

Menurut Lu Xinning, Wakil Ketua Pemerintah Daerah Guangxi, kanal tersebut menciptakan jalur penghubung baru antara pasar Tiongkok yang berpenduduk 1,4 miliar jiwa dan hampir 700 juta konsumen ASEAN. Lu juga menilai, dampaknya tidak hanya mencakup pergerakan barang, namun juga mendorong investasi lintasnegara yang baru dan memperdalam integrasi rantai pasok regional.

Pembangunan kanal tersebut berlangsung lebih dari empat tahun. Sebagian besar kanal dibangun dengan memperlebar, memperdalam, dan meluruskan jalur air yang sudah ada, sementara sebagian kecil lainnya harus digali melalui daratan dan medan pegunungan.

Salah satu tantangan teknik terbesar adalah perbedaan ketinggian permukaan air hingga 65 meter, kira-kira setara dengan tinggi gedung lebih dari 20 lantai. Tiga pusat navigasi, seluruhnya dilengkapi sistem pintu air ganda, dibangun untuk menaikkan dan menurunkan kapal sepanjang kanal.

Konservasi lingkungan hidup juga menjadi prioritas selama pembangunan kanal. Lebih dari 98% dari sekitar 315 juta meter kubik tanah dan batuan yang digali selama pembangunan digunakan kembali. Kanal tersebut juga dilengkapi jalur lintasan ikan sepanjang lebih dari 480 meter serta jalur penyeberangan khusus bagi satwa darat, termasuk kucing leopard dan tupai.

Tautan artikel: https://en.imsilkroad.com/p/352225.html

Berita Terkait

Fosun Health Debut di Canton Fair, Foshan Fosun Chancheng Hospital Perkenalkan Layanan Medis Internasional
Unit Usaha Syariah OCBC Perluas Akses Pengelolaan Kekayaan Berbasis Syariah dari Emas Hingga Wakaf
Bright Eye Clinic Raih Gelar “Ophthalmology Wellness Clinic of the Year in Korea” di Ajang 2026 GlobalHealth Asia-Pacific Awards
Partisipasi IX di Ajang IPVS 2026: Mempelajari Aspirasi Global, Bermitra guna Mendorong Pencegahan HPV
3TREES Perkenalkan Solusi Pelapis Bangunan yang Ramah Lingkungan di Ajang Big 5 Construct Kenya, Perluas Pasar di Afrika Timur
HUAWEI WATCH D3 Debut di Ajang ISH-ECS 2026, Hadirkan Teknologi Pemantauan Tekanan Darah untuk Aktivitas Sehari-hari
XCMG Perkuat Kerja Sama Pengembangan SDM “Belt and Road” dengan Meluncurkan Program Pendidikan bagi Mahasiswa Uzbekistan dan Indonesia
GTN dan AmInvestment Bank memperluas akses pasar bagi para investor Malaysia

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:44 WIB

Fosun Health Debut di Canton Fair, Foshan Fosun Chancheng Hospital Perkenalkan Layanan Medis Internasional

Rabu, 28 Oktober 2026 - 02:01 WIB

Unit Usaha Syariah OCBC Perluas Akses Pengelolaan Kekayaan Berbasis Syariah dari Emas Hingga Wakaf

Rabu, 28 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Bright Eye Clinic Raih Gelar “Ophthalmology Wellness Clinic of the Year in Korea” di Ajang 2026 GlobalHealth Asia-Pacific Awards

Rabu, 28 Oktober 2026 - 01:04 WIB

Partisipasi IX di Ajang IPVS 2026: Mempelajari Aspirasi Global, Bermitra guna Mendorong Pencegahan HPV

Rabu, 28 Oktober 2026 - 00:41 WIB

3TREES Perkenalkan Solusi Pelapis Bangunan yang Ramah Lingkungan di Ajang Big 5 Construct Kenya, Perluas Pasar di Afrika Timur

Berita Terbaru